PRAKTIK EKOTEOLOGI ISLAM PADA KOMUNITAS PETANI ORGANIK PADI LEMBAH SUOH LAMPUNG BARAT
Indonesia
Abstract
Penelitian ini mengkaji penerapan ekoteologi Islam dalam praktik pertanian organik di kalangan komunitas petani padi di Lembah Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Latar belakang penelitian ini beranjak dari kekhawatiran atas dampak negatif penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan terhadap kerusakan lingkungan dan kesuburan tanah, yang menuntut adanya transisi menuju pertanian berkelanjutan. Dalam perspektif Islam, persoalan ekologis tidak sekadar dipandang sebagai masalah teknis, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab etis dan moral manusia di hadapan Allah. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur, penelitian ini menganalisis praktik pemanfaatan pupuk organik lokal di Lembah Suoh dengan menggunakan kerangka konseptual ekoteologi Islam, yang mencakup prinsip khalifah dan amanah, mizan (keseimbangan), maslahah (kemaslahatan), serta larangan fasad (kerusakan). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan organik lokal memiliki kesesuaian nilai yang selaras dengan etika lingkungan Islam dalam merawat bumi. Demikian, kajian ini menegaskan perlunya pemisahan yang objektif antara tindakan teknis ramah lingkungan dan motivasi teologis pelakunya, di mana ekoteologi Islam ditempatkan sebagai pisau analisis etis yang kritis, bukan sekadar label keagamaan instan. Dengan demikian, ekoteologi Islam menawarkan potensi besar sebagai kerangka edukasi dan pendampingan untuk memperkuat kesadaran ekologis serta keberlanjutan pertanian di tingkat lokal.
References
Asmawi, Asmawi. “KONSEPTUALISASI TEORI MASLAHAH.” SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i 1, no. 2 (2014). https://doi.org/10.15408/sjsbs.v1i2.1548.
Damayanti, Inggar, Ceng Asmarahman, and Afif Bintoro. Penyuluhan Pemanfaatan Pupuk Organik Lokal di Kecamatan Bandar Negeri Suoh Kabupaten Lampung. 03, no. 01 (2024).
Dampak-Tersembunyi-Penggunaan-Pestisida-Kimia-Terhadap-Degradasi-Tanah. n.d. https://www.mertani.co.id/post/dampak-tersembunyi-penggunaan-pestisida-kimia-terhadap-degradasi-tanah.
Edy-Santoso-Pelopor-Pupuk-Organik-Di-Lembah-Suoh/Amp/. n.d. https://kupastuntas.co/2019/11/13/edy-santoso-pelopor-pupuk-organik-di-lembah-suoh/amp/.
Hasanudin, Ahmad Zaid, Hawwin Huda Yana, Baharudin Arif, and Violita Rahmawati. “RECONSTRUCTING RELIGIOUS MODERATION IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION : A HISTORICAL PERSPECTIVE ON THE PROPHET MUHAMMAD ’ S SOCIO-RELIGIOUS PRACTICES.” JURNAL PENELITIAN 20, no. 2 (2026): 166–97. https://doi.org/10.21043/jp.v20i2.39409.
Hasanudin, Ahmad Zaid, and Baharudin Arif. “Rekonstruksi Fungsi Manajerial Supervisi Pendidikan Islam Pada Era Artificial Intelligence: Perspektif Pengembangan Mutu Pendidikan.” Al-Ikmal : Jurnal Pendidikan 5, no. 1 (2026): 37–58. https://doi.org/10.47902/al-ikmal.v5i1.476
Ketekunan-Petani-Lembah-Suoh-Kembangkan-Beras-Organik. n.d. https://lampung.antaranews.com/amp/berita/373159/ketekunan-petani-lembah-suoh-kembangkan-beras-organik?
Mangunjaya, Fachruddin. “KERUSAKAN LINGKUNGAN: EPISTEMOLOGI SAINS ISLAM DAN TANGGUNG JAWAB MANUSIA.” Jurnal THEOLOGIA 26, no. 1 (2016). https://doi.org/10.21580/teo.2015.26.1.407.
Nugraha, Adam Satria, and Sholihul Huda. EKO-SPIRITUALITAS DALAM PEMIKIRAN SAYED HUSEIN NASHR. 10, no. 2 (2024).
Pengaruh-Penggunaan-Pestisida-Terhadap-Kualitas-Tanah-Dan-Air/. n.d. https://p2dpm.uma.ac.id/2025/04/23/pengaruh-penggunaan-pestisida-terhadap-kualitas-tanah-dan-air/.
Taqwin, Ahmad, and Moh Soehada. Ekoteologi Islam dan Kearifan Agraris Kejawen: Relasi Tuhan, Manusia, dan Alam di Wonosobo. 25, no. 1 (2026).
Tohari, and Ahmad Zaid Hasanudin. “The Influence of AI Literacy and Digital Religious Literacy on Islamic Information Verification Skills among PAI Students.” Episteme: Jurnal Kajian Mahasiswa 2, no. Episteme J. Kaji. Mhs. (2026): 150–62.
Wahid, Abdul. Tafsir Al-Qur’an dan Ekoteologi Islam: Rekonstruksi Teologi Lingkungan Berbasis Konsep Khalifah dan Amanah. n.d.
Wasil, Wasil, and Muizudin Muizudin. “Ekoteologi Dalam Menyikapi Krisis Ekologi Di Indonesia Perspektif Seyyed Hossein Nasr.” Refleksi 22, no. 1 (2023). https://doi.org/10.15408/ref.v22i1.31403.



