HUKUM DAN PANDANGAN ISLAM TENTANG KAWIN PAKSA

  • faizatul muazzaroh faizatulmuazzaroh stis
  • SAIFUL ANAM

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui definisi dan Hukum kawin paksa serta Pandangan Islam tentang Kawin Paksa. Bentuk  penelitian  yang  digunakan  adalah  diagnostik.  Analisis  datanya  menggunakan  analisis  kualitatif. Sebagai  implikasi dari kawin paksa banyak terjadi perceraian di usia perkawinan yang masih muda karena tidak adanya keharmonisan diantara suami dan istri.


Perkawinan itu harus ada kerelaan dari kedua belah pihak karena perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara suami dan isteri, maka dalam perkawinan. Islam memberikan sebuah konsep atau aturan untuk melaksanakan perkawinan yang baik, diantaranya adalah perkawinan dapat dilakukan apaibla mendapat persetujuan dan pertimbangan dari calon mempelai dan tidak ada paksaan. Perkawinan yang dilakukan secara paksa dalam Islam terjadi perbedaan pendapat, dan mayoritas ulama’ sepakat bahwa perkawinan yang dilakukan secara paksa adalah tidak tidak dibenarkan. Sedangkan menurut UU No 1/1974 pasal 6 ayat 1 bahwa perkawinan boleh dilakukan atas dasar persetujuan dari calon mempelai. Dalam Pembahasan Hukum Islam perkawinan secara paksa terjadi perbedaan pendapat, pendapat ini dilihat dari setatus perempuannya itu sendiri. Perkawinan secara paksa terhadap perempuan janda semua ulama’ sepakat bahwa perkawinan tersebut adalah batal, sedangkan perkawinan secara paksa terhadap perempuan perawan dewasa dan perawan yang terdapat perbedaan pendapat dikalangan ulama terjadi perbedaan mengenai hukumnya.

Published
2020-08-10
How to Cite
FAIZATULMUAZZAROH, faizatul muazzaroh; ANAM, SAIFUL. HUKUM DAN PANDANGAN ISLAM TENTANG KAWIN PAKSA. Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 1-12, aug. 2020. ISSN 2722-192X. Available at: <https://jurnal.stisda.ac.id/index.php/wathan/article/view/9>. Date accessed: 24 july 2024.