FILOSOFI MENYUSUI ANAK SEMPURNA 2 (DUA) TAHUN DAN DAMPAK POSITIFNYA DALAM PERSPEKTIF IMAM MADZHAB HANABILAH DAN MADZHAB MALIKIYAH

  • anggita vela STIS Darusy Syafa’ah Lampung Tengah

Abstract

Sebelum anak dilahirkan, air susu ibu telah tercipta terlebih dahulu, dan pengelolaannya berjalan secara alami dalam tubuh seorang ibu sehingga sebelum anak lahir,  makanan utamanya telah disiapkan, sehingga begitu anak itu lahir air susu ibu (ASI) sudah siap untuk dimanfaatkan. Dalam hal ini seorang ibu memegang peranan yang sangat penting untuk menciptakan generasi atau keturunan yang berkualitas, untuk itu diperlukan pengetahuan dan wawasan kepada calon ibu untuk memberikan ASI nya kepada calon bayinya. Namun demikian ada banyak kaum ibu pada saat ini yang tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan berbagai alasan seperti ASI-nya tidak keluar, alasan kesehatan serta karena waktunya tersita untuk bekerja.


Tulisan ini memaparkan tentang filosofi menyusui anak sempurna 2 tahun dan dampak positifnya dalam perspektif imam madzhab hanabilah dan madzhab malikiyah. Pemaparan tulisan ini berdasarkan analisis dari data Pustaka dengan model deskriptif.


Hasil dari pembahasan dapat diperoleh kesimpulan bahwasannya ASI adalah makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi dan antibody yang baik bagi pertumbuhan bayi. Menurut imam mazhab menyusukan anak adalah suatu hal yang wajib bagi seorang ibu yang berstatus istri dan ibu. ASI tidak perlu diragukan lagi memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi serta ASI juga menyehatkan ibu, bayi dan juga kantong karena tidak perlu membeli susu formula yang harganya mahal.

Published
2023-01-02
How to Cite
VELA, anggita. FILOSOFI MENYUSUI ANAK SEMPURNA 2 (DUA) TAHUN DAN DAMPAK POSITIFNYA DALAM PERSPEKTIF IMAM MADZHAB HANABILAH DAN MADZHAB MALIKIYAH. Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, [S.l.], v. 3, n. 2, p. 80-109, jan. 2023. ISSN 2722-192X. Available at: <https://jurnal.stisda.ac.id/index.php/wathan/article/view/62>. Date accessed: 19 apr. 2024.