Konsep Keseimbangan Perilaku Konsumsi dalam Islam (Potret Realitas Konsumen Masa Kini dalam Pemenuhan SelfInterest)

  • Muhammad Gus Nur Wahid STIS Darusy Syafa’ah Lampung Tengah

Abstract

Interaksi antar manusia merupakan rutinitas alamiah dalam usaha memenuhi kebutuhan sosialnya. Mengenali perilaku konsumen tidaklah mudah, konsumen tidak selalu terus terang menyatakan kebutuhan dan keinginannya, namun sering pula mereka bertindak sebaliknya. Banyak kegiatan konsumsi yang menimbulkan ketidakadilan dan perilaku-perilaku yang merugikan antar sesama. Hal ini karena perilaku konsumsi sering mengedepankan kepentingan diri sendiri (selfinterest) untuk mendapatkan kepuasan yang maksimal (utilitarianisme). Konsep selfinterest tersebut mengandung konsekuensi terhadap perilaku konsumsi yang lebih longgar (mengabaikan kepentingan orang lain) karena ukuran rasionalnya adalah memenuhi selfinterest. tujuan aktivitas ekonomi yang sempurna menurut Islam antara lain, yaitu: 1)memenuhi kebutuhan hidup seseorang secara sederhana. 2) memenuhi kebutuhan keluarga, 3) memenuhi kebutuhan jangka panjang; 4) memenuhi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan; 5) memberikan bantuan sosial dan sumbangan menurut jalan Allah.Islam melarang untuk bertindak israf (boros), pelarangan terhadap bermewah-mewahan dan bermegah-megahan, dan lain-lain.Oleh sebab itu dalam menghapus perilaku israf, Islam memerintahkan: 1) memprioritaskan konsumsi yang lebih diperlukan dan lebih bermanfaat; 2) menjauhkan konsumsi yang berlebih-lebihan untuk semua jenis komoditi.


 

Published
2020-01-08
How to Cite
GUS NUR WAHID, Muhammad. Konsep Keseimbangan Perilaku Konsumsi dalam Islam (Potret Realitas Konsumen Masa Kini dalam Pemenuhan SelfInterest). Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 90-111, jan. 2020. ISSN 2722-192X. Available at: <https://jurnal.stisda.ac.id/index.php/wathan/article/view/5>. Date accessed: 20 apr. 2026.