GAJI PEKERJAAN YANG DIPEROLEH DENGAN SUAP

  • muhammad sirojudin sidiq siroj

Abstract

Penyelewengan dalam penerimaan karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan fenomena yang tidak sedikit terjadi. Banyak orang yang rela berbuat apapun atau dengan mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya. Pekerjaan idaman yang diinginkan banyak orang memang rentan untuk dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang berujung pada praktek kotor yang banyak terjadi dalam bentuk nepotiosme atau suap. Padahal pekerjaan merupakan sumber kehidupan dan sumber nafkah keluarganya.


Penulisan ini dilatarbelakangi adanya ketidaksesuaian antara konsep teori dengan praktek yang terjadi. Dalam teori disebutkan bahwa pekerjaan didapatkan dari seleksi kapabilitas yang ada pada diri seseorang. Tetapi dalam praktek banyak terjadi kejanggalan. Banyak orang yang menggunakan jalur suap untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, sehingga kapasitas, kapabilitas, intelektualitas, moralitas, loyalitas, dan rentetan kemampuan lainnya yang seharusnya menjadi pijakan justru dikesampingkan.


Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana agama Islam pandangan tentang gaji, bagaimana hukum suap dalam berbagai situasi dan kondisi menurut perspektif ulama. Bagaimana hukum gaji yang dihasilkan dari pekerjaan yang diperoleh dengan melalui suap, tentunya dari sudut pandang dan pendapat dari beberapa ulama ahli fiqih.

Published
2020-08-23
How to Cite
SIDIQ, muhammad sirojudin. GAJI PEKERJAAN YANG DIPEROLEH DENGAN SUAP. Al-Wathan: Jurnal Ilmu Syariah, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 61-75, aug. 2020. ISSN 2722-192X. Available at: <https://jurnal.stisda.ac.id/index.php/wathan/article/view/16>. Date accessed: 24 july 2024.